Pertanian berkelanjutan sudah ada sejak jaman nenek moyang berabad-abad lamanya. Dalam kegiatan bertani, para petani mengandalkan sumberdaya alam (organik). Praktek pertanian organik ini dilakukan dalam seluruh proses atau rantai produksi, seperti pengadaan benih sampai dengan pengendalian hama penyakit dan pemupukan. Benih yang ada, merupakan benih lokal asli tahan berbagai ancaman, seperti hama dan cuaca. Dengan praktek seperti ini maka beras yang dihasilkan memiliki kandungan gizi yang baik dan menyehatkan.

Revolusi hijau memberikan dampak yang sangat besar dalam bidang pertanian.  Subsidi besar-besaran yang diberikan kepada petani dalam bentuk input produksi membuat kegiatan bertani sangat praktis dibandingkan dengan cara-cara bertani organik. Walaupun pada awal penerapan pertanian konvensional, para petani dipaksa menanam padi dengan input produksi sintetis pada sawahnya. Namun pada kenyataannya memang memberikan hasil panen lebih banyak dari pertanian organik dan negara mampu berswasembada beras.

Swasembada yang diraih ternyata hanya sesaat. Masalah kemudian datang seiring dengan serangan hama dan penyakit sebagai damapk negatif pertanian konvensional. Serangan wereng terjadi dimana-mana dan menyebabkan gagal panen. Selain dampak langsung berupa kegagalan produksi, dalam jangka panjang pertanian konvensional  menyebabkan ketergantungan petani pada input pabrikan dan bantuan dari pemerintah. Secara ringkas, praktek pertanian konvensional menyebabkan kerugian petani bukan hanya dari segi ekonomi saja akan tetapi dari segi ekologi dan sosial budaya.

Rusaknya lingkungan dan tata cara pertanian alami merupakan masalah besar yang dihadapi seluruh petani. Hal ini menyebabkan mulai munculnya kesadaran bahwa pertanian konvensional memberikan dampak negatif bagi kehidupan petani. Hal ini menyebabkan sebagian petani beralih pertanian organik. Gerakan ini menemui banyak hambatan karena sudah mengakarnya cara konvensional. Banyak yang pesimis tetapi tidak sedikit juga optimis dengan cara tersebut.  Lambat laun pertanian berkelanjutan menuai hasil yang cukup memuaskan dan menghindarkan petani dari ketergantungan akan input pabrikan.

Mengapa harus menjalankan pertanian berkelanjutan?

Pertanian organik atau pertanian berkelanjutan banyak memberikan manfaat yang dapat dirasakan baik secara langsung maupun tidak langsung.  manfaat langsungnya adalah diantaranya munculnya kemandirian petani. Petani tidak lagi tergantung pada input pertanian pabrikan baik benih, pupuk maupun pestisida juga dari bantuan pemerintah. Pada sisi yang lain, petani memiliki ketahanan pangan dan benih. Dengan pertanian model ini aneka benih lokal menjadi terlestarikan sepanjang waktu. Ketersediaan dan keanekaragaman pangan juga menjadi meningkat. dengan demikian petani menjadi lebih tahan pangan dan terhindar dari ancaman kerawanan pangan.  Sementara manfaat tak langsung berupa dapat dilihat dari tanah tetap subur dan produk lebih sehat.

Pertanian organik memiliki banyak manfaat, namun tantangannya untuk terus memperluasnya amat banyak. Olehkarena itu seluruh stakeholder terkait harus berperan aktif dalam membantu mewujudkannya. Dukungan aktif tersebut dapat dimainkan sesuai dengan posisi dan kemampuan masing-masing. Konsumen dapat membantu dengan memberikan penghargaan lebih pada produk organik, pemerintah membuat policy yang mendukung pengembangan praktek pertanian organik, akademisi melakukan riset terkait pengembangan pertanian organik, dan petani secara konsisiten terus melakukan pertanian organik dan mengajak lebih banyak petani lainnya. (Devi)

 

 

Leave a Reply

COMMENTS