Oleh : Rizkah Camut Sagala

(rizkahcamut@gmail.com)

buku pestisidan and breast cancer

Bagaimana pestisida dapat menyebabkan atau meningkatkan resiko kanker payudara ?

Meriel Watts Ph.D menuliskan dalam  sebuah buku yang berjudul “Pesticides & Breast Cancer A Wake Up Call “. Buku ini memaparkan bagaimana bahaya pestisida kimia terhadap lingkungan dan juga manusia terutama perempuan di Asia Pasifik. Faktanya, New Zealand merupakan salah satu negara yang memiliki tingkat insiden penyakit kanker payudara tertinggi di dunia. Di banyak negara berkembang terutama di kawasan Asia Pasifik, penyakit kanker payudara merupakan masalah serius karena penggunaan pestisida yang tinggi dalam pertanian. Banyak wanita menderita kanker payudara akibat penggunaan pestisida. Buku ini menjadi pemicu gerakan peduli terhadap perempuan dan lingkungan.

What is Pesticide?

Pestisida adalah senyawa kimia yang dirancang atau digunakan untuk membunuh, mengendalikan atau mempengaruhi fisiologi dan tingkah laku suatu organisme (hama/OPT) terutama dalam bidang pertanian. Pestisida dapat mempengaruhi atau menginisiasi tumor, karsinogen, kelenjar susu, sistem imun tubuh, komunikasi antar sel, sistem endokrin dan mekanisme tubuh lainnya. Keracunan dari paparan pestisida merupakan masalah bagi seluruh dunia, sebagian besar pada negara-negara yang berkembang, dimana pekerja/buruh tani yang kebanyakan perempuan tidak memiliki akses atau jaminan kesehatan. Keracunan akut, cacat seumur hidup, atau kondisi tubuh yang lemah  banyak dialami jutaan wanita setiap tahun. Tidak ada data yang akurat yang dapat menjelaskan dampak atau bahaya dari pestisida yang sebenarnya. Paparan pestisida setiap waktu terhadap kehidupan wanita dapat meningkatkan resiko kanker payudara. Perkembangan kanker payudara dimulai adanya rangsangan terhadap sel kanker payudara atau sel tumor.

Selain itu faktor lingkungan juga berkontribusi terhadap epidemik kanker payudara: residu atau pencemaran pada lingkungan seperti kontaminasi terhadap ASI/susu formula bayi dan lingkungan yang beracun. Hal ini menyebabkan banyak ibu hamil/menyusui tidak memberikan ASI kepada bayinya sehingga bayi tersebut kekurangan nutrisi dan akan rentan terhadap penyakit terutama penyakit kanker. Solusi dari masalah tersebut adalah bukan tidak memberikan ASI kepada bayi/anak tetapi membunuh/membuang kontaminan dari ASI/susu formula. Seperti yang dikatakan Sandra Steingraber 2005 “Seharusnya setiap anak bebas dari makanan yang beracun tetapi sekarang tidak ada anak di dunia ini yang bebas dari bahaya tersebut karena umumnya ASI/susu formula yang dikonsumsi mereka sudah terkontaminasi, dan kontaminasi tersebut berasal dari pestisida DDT yang masih ada hingga saat ini, yang pertama kali ditemukan dalam susu manusia pada tahun 1951”. The Standing Committee of European Doctors (CPME 2005) menyimpulkan: Dokter percaya bahwa penyakit kronis khususnya kanker, merupakan penyakit yang harus diwaspadai. Laju perkembangan penyakit kanker meningkat di negara industri sejak tahun 1950. Kanker menyerang semua umur, dan polusi kimia dapat berkontribusi terhadap serangan kanker. Dokter mengatakan bahwa ini merupakan kensekuensi dari degradasi lingkungan dan pencemaran lingkungan yang serius dan merupakan ancaman bagi anak-anak dan manusia di dunia.

Ada hal yang menghubungkan keterkaitan pestisida dengan perkembangan kanker payudara yaitu mutu atau kualitas pestisida. Untuk beberapa pestisida seperti yang ditegaskan Brody & Rudel 2003; Evans 2006 bahwa kualitas atau performence pestisida DDT dan dieldrin memiliki hubungan yang positif dengan perkembangan kanker payudara. Penelitian mengenai daftar/nama pestisida yang berbahaya bagi manusia masih sangat sedikit dilakukan. Sudah lama sekali tidak dilakukan penelitian mengenai identifikasi terhadap banyak pestisida yang berpotensi mengganggu mekanisme atau fisiologi tubuh suatu organisme dan implikasinya terhadap kanker terutama kanker payudara pada wanita. Tidak ada keraguan bahwa paparan terhadap bahan kimia sintetik yang toksik, berkontribusi secara signifikan dalam perkembangan kanker di seluruh dunia, termasuk kanker payudara pada wanita.

Ada banyak jenis pestisida, kontaminan atau bahan tambahan yang diidentifikasi memiliki potensi meningkatkan resiko kanker payudara pada wanita. Penyakit kanker payudara dan perkembangannya adalah suatu proses yang sangat kompleks, dan belum diketahui sama sekali detailnya. Kemungkinan besar pestisida juga mempengaruhi dalam proses tersebut. Perlu dipelajari lebih lanjut mengenai mekanisme seluler dari perkembangan kanker payudara dan keterkaitan pestisida dalam perkembangan penyakit tersebut. Banyak sekali yang harus kita ketahui mengenai faktor apa saja yang menyebabkan kanker payudara dan bagaimana cara pencegahan serta meminimalisir dampak dari pestisida.

Bagaimanapun juga banyak pihak yang terlibat  dalam masalah ini. Masalah ini menjadi tanggung jawab kita bersama dalam menjaga kesehatan diri dan lingkungan tempat tinggal kita.

Perusahaan pestisida seharusnya mencantumkan dampak dan cara penggunaan yang aman bagi konsumen secara detail pada setiap label kemasan pestisida yang diedarkan. Monitoring harus dilakukan oleh setiap individu pada semua pestisida yang berpotensi menyebabkan penyakit kronis pada manusia dan pencemaran terhadap lingkungan. Selain itu perlu dilakukan pemantauan terhadap peraturan dan proses manajemen pestisida baik secara nasional maupun internasional.

 

Ringkasan dari buku

Pesticides & Breast Cancer – A Wake Up Call

(Meriel Watts, Ph.D)

Leave a Reply

COMMENTS