Universitas menjadi ruang ekpresi pengetahuan bagi para pemuda yang cukup beruntung mengenyam dunia pendidikan yang tinggi. Kabupaten Brebes merupakan sentra produksi pertanian di Indonesia sehingga regenerasi petani menjadi isu penting untuk disuarakan. Pada tanggal 24 April 2016 diselenggarakan kegiatan diskusi publik bertema regenerasi petani bertempat di Auditorium Universitas Muhadi Setiabudi bekerjasama dengan BEM Universitas Muhadi Brebes dan Panitia kegiatan festival pesisir Pandansari.

Kegiatan ini dimaksudkan sebagai media penyebarluasan/mainstreaming isu regenerasi petani kepada publik, terutama generasi muda. Selain itu kegiatan ini juga merupakan forum penyebarluasan hasil kajian regenerasi petani yang telah dilakukan oleh KRKP pada akhir tahun 2015 atas kerja sama KSKP IPB dan dukungan Oxfam di Indonesia.

Kegiatan ini menghadirkan pembicara dari akademisi, organisasi tani dan KRKP. Dr. Hermanu Triwidodo dari gerakan petani nusantara dan Dr. Suryo Wiyono dari IPB menjadi pembicara yang hadir dalam forum ini selain KRKP yang diwakili oleh Said Abdullah. Peserta kegiatan ini berjumlah 68 orang, 25 peserta perempuan dan 43 peserta laki-laki yang terdiri dari unsur pelajar, mahasiswa, petani, akademisi dan politisi serta DPRD Kabupaten Brebes.

KRKP menyampaikan hasil kajian yang dilakukan bersama dengan KSKP IPB. Dimana hasil kajian menunjukkan rendahnya minat orang tua dan anak petani untuk kembali ke dunia pertanian. 73 persen petani hortikultura menyatakan sebenarnya tak ingin menjadi petani. Sementara 70 persen petani padi menyatakan hal yang sama. Pada kelompok responden anak dari keluarga petani padi, 46 persen menyatakan tidak tertarik. Sementara anak keluarga petani horti 63,3 persen menyatakan tertarik.

Dari hasil kajian juga terlihat bahwa ada banyak faktor yang mempengaruhi minat anak untuk menjadi petani atau minat orang tua untuk menjadikan anaknya menjadi petani. Factor-faktor tersebut adalah kepemilikan dan akses terhadap lahan, harga jual produk/pendapatan, dan kondisi orang tua saat ini dalam hal kesejahteraan. Berdasarkan hasil kajian, KRKP merekomendasikan dalam hal kebijakan yaitu pelaksanaan reforma agraria, jaminan dan kepastian harga atau pengaturan tata niaga produk pertanian yang menguntungkan petani, penyediaan sarana dan prasaran bagi petani, penguatan kampanye, dan pembenahan pendidikan terkait pertanian.

Adapun Hermanu Triwidodo menyampaikan bahwa petani saat ini situasinya tidak banyak berubah bahkan cenderung mengalami situasi yang makin sulit. Kebijakan yang ada belum cukup memberikan ruang kedaulatan dan kemuilaan petani. Akibatnya citra petani dan dunia pertanian teramat buruk. Tidak mengerankan jika banyak anak muda tidak mau lagi menjadi petani. Hermanu menyatakan pemerintah perlu segera membuat perubahan yang radikan untuk memberikan kepastian penghidupan yang lebih baik dengan kebijakan yang pro petani, sebagai contoh terkait dengan perlindungan harga. Pada level petani, berbagai upaya dan inovasi perlu terus dilakukan untuk menunjukkan bahwa petani menjadi komponen penting dalam Negara ini sehingga Negara harus hadir melindung dan melayani petani. Untuk itu pemerintah perlu melihat ulang kebijakan dan program yang ada apakah sudah cukup mendorong berdaulat dan sejahtera serta mulianya petani atau sebaiknya. Jika belum maka tak ada alasan bagi pemerintah untuk tidak mengoreksinya.

Sementara itu Suryo Wiyono dari IPB menyoroti mandegnya regenerasi petani juga disebabkan oleh masih rendahnya pendidikan yang terkait pertanian. Saat ini banyak sekolah menengah pertanian yang gulung tikar, sepi peminat, kurang dukungan. Sementara diperguruan tinggi pertanian sendiri lebih dari setengah lulusannya memilih bekerja diluar sector pertanian walaupun secara minat mayoritas menyatakan akan kembali ke dunia pertanian. Kedepan perlu difikirkan ulang untuk memperkuat kelembagaan pendidikan tinggi, salah satunya memperbanyak perguruan tinggi yang juga menyediakan pendekatan vokasi daripada sekedar akademik.

Pada seminar kali ini juga dihadiri bapak Suswono, mantan menteri pertanian. Dalam tanggapannya, Suswono menilai isu regenerasi petani masih lemah dan belum menjadi kesadaran bersama. Walaupun kementerian telah berupaya dengan beberapa program dan kebijakan namun nyatanya belum cukup. Perlu kerjasama yang kuat diantara stakeholder terkait untuk memainstreming isu ini sehingga diharapkan lahir aksi kolektif.

Leave a Reply

COMMENTS