Sepuluh finalis Duta Petani Muda didatangkan khusus dari daerah masing-masing untuk mengikuti training dan seleksi lebih lanjut. Mereka antara lain,

1. Apni A. Naibaho – Pematang Siantar, Sumatra Utara.
2. Ahmad Tarmizi – Lombok Tengah, NTT.
3. Muhammad Nasrul – Sulawesi Selatan.
4. Yosep Leribuan – Manggarai Barat, NTT.
5. I Gede Artha Sudiarsana – Karangasem, Bali.
6. Maya Stolastika Boleng – Mojokerto, Jawa Timur.
7. Rici Solihin – Bandung, Jawa Barat.
8. Muhammad Juananda Kopayona – NTT.
9. Frisca Chairunnisa – Padang, Sumatera Barat.
10. Rizal Fahreza – Garut, Jawa Barat.

iu3c0271asmallbgt

Proses seleksi diadakan di Sentul selama 6 hari. Acara puncak diadakan di Hotel Artotel Thamrin, Jakarta pada Sabtu lalu (19/11/2016). Dalam proses seleksi, para finalis juga mengikuti beberapa pelatihan yang bermanfaat untuk pengetahuan mereka mendatang, seperti pelatihan social enterpreneurship, lT, pemasaran dan pemanfaatan data untuk pertanian. Tak hanya itu para finalis saling berbagi pengalaman usaha mulai dari bagaimana merintis, jatuh bangunnya mereka, hingga berkembang seperti saat ini.

Setelah mengikuti beberapa proses seleksi yang diadakan sejak 14-19 November lalu,dari 514 petani muda akhirnya terpilih 3 orang Duta Petani Muda dan 1 Petani Muda Berdedikasi.

  1. Juara 1 – Rici Solihin, Petani Paprika dari Bandung
  2. Juara 2 – Rizal Fahreza, Petani Jeruk dari Garut, dan
  3. Juara 3 – I Gede Artha Sudiarsana, Petani Jamur dari Bali

Rici Solihin mendirikan “Paprici“, sebuah usaha dalam bidang hortikultura dan makanan olahan di Bandung. Dengan Paprici ia dapat mengoptimalkan rantai distribusi dari petani hingga konsumen akhir sehingga dapat memangkas biaya logistik dan waktu pengiriman barang, meningkatkan kualitas produk agar lebih segar ketika sampai di tangan konsumen serta meningkatkan pendapatan petani lokal.

Rizal Fahreza mempunyai usaha “Digdaya Agro Nusantara“. Ia pengusaha multiproduk mulai dari tanaman sayur, budidaya ikan, pengolahan sayur dan lain-lain. Saat ini ia memfokuskan tanaman buah jeruk sebagai komoditas utama.

Gede Jamur” merupakan perwujudan usaha I Gede Artha di Bali yang bergerak dalam pengembangan jamur tiram. Dia menjadi produsen jamur segar dan pengolahan jamur terbesar di Bali dengan memanfaatkan limbah kayu sebagai media tanam jamur. Produk Gede jamur ditangani secara organik tanpa menggunakan bahan kimia.

Penghargaan lainnya yaitu peserta berdedikasi diraih oleh Apni Olivia Naibaho yang berasal dari Sumatra Utara. Wanita asal Pematang Siantar ini merupakan salah satu wirausahawan dalam bidang hortikultura. Ia memilih sayuran organik sebagai ladang usahanya.

Leave a Reply

COMMENTS