Pemerintah telah berkomitmen untuk melakukan pembangunan sektor pertanian dengan berbagai kebijakannya. Salah satunya adalah subsidi pupuk bagi petani. Adanya subsidi ini diharapkan menjadi faktor pemicu terjadinya peningkatan produksi. Namun sayang dalam implementasinya masih banyak ditemukan kelemahan. Seperti keterlambatan dan salah sasaran.

Hal ini mengemuka pada kegiatan sosialisasi pelaksanaan audit sosial dan pelatihan penggunaan tools audit sosial terhadap kebijakan pupuk bersubsidi yang diselenggarakan oleh Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dan Perkumpulan Katalis. Acara ini dibuka oleh Wakil Bupati Luwu Utara, Thahar Rum di Hotel Bukit Indah, Masamba (19/12/2016).

Wakil bupati mengungkapkan dukungannya dan mengapresiasi atas kegiatan ini karena sangat penting dan menyangkut kepentingan masyarakat umum khususnya petani. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memberikan kontribusi dan perubahan positif pada petani.

“Prioritas pemerintah Luwuh Utara, salah satunya adalah berupaya meningkatkan produksi pangan dan hortikultura. Oleh karenanya perbaikan dalam distribusi pupuk ini sangat perlu dilakukan karena dilapangan masih banyak ditemukan penyimpangan. Kedepan kita harapkan pupuk terdistribusi secara cepat dan harganya terjangkau demi kepentingan masyarakat luas” ujarnya.

Sementara itu, Said Abdullah, Koordinator Nasional Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP) dalam paparannya mengemukakan perbaikan tata kelola kebijakan dan program pertanian khususnya pupuk bersubsidi mutlak diperlukan dengan menguatnya komitmen pemerintah untuk mewujudkan tata kelola pemerintah yang baik sekaligus menjamin terciptanya peningkatan produksi dan ketersediaan pangan. Dengan demikian pemenuhan hak atas pangan masyarakat dapat tercapai.

“Goal besar dari kegiatan audit sosial ini adalah terpenuhinya hak atas pangan masyarakat melalui tata kelola kebijakan dan program sektor pertanian yang baik. Untuk itu kegiatan ini juga diarahkan pada terciptanya ruang partisipasi yang kuat dari petani dan masyarakat, terciptanya mekanisme kontrol dan pengaduan masyarakat, serta meningkatnya kualitas layanan, kebijakan dan progam pertanian-pangan” paparnya.

Kegiatan audit sosial ini akan dilakukan dengan dimulai pengambilan data dari basis. Untuk melakukan itu makanya hari ini kita mengadakan pelatihan bagi para fasilitator yang akan mendampingi proses audit sosial oleh petani, terang Muhammad Sahaka, Program Manager Perkumpulan Katalis.

Menurutnya, pelatihan ini diikuti oleh empat orang laki-laki dan enam orang perempuan. Para peserta pelatihan ini merupakan generasi muda dilingkungan Luwu Utara yang memiliki perhatian pada kehidupan petani dan pertanian.

“Pelatihan hari ini sebagai bagian penting dari keseluruhan kegiatan audit sosial yang akan dilakukan di Luwu Utara. Data yang dihasilkan dari proses audit sosial yang dikawal para peserta pelatihan ini semoga bisa memberikan dampak positif dan perubahan pada kebijakan pertanian khususnya pupuk” pungkas Sakaha.

“Kegiatan ini diharapkan dapat membawa perubahan dan menjadikan Luwu Utara sebagai pioneer pemerintah daerah yang memiliki kebijakan dan program pertanian yang akuntabel,” ujar Said mengakhiri pemaparannya.

Leave a Reply

COMMENTS