TEMPO.CO, Jakarta – Koordinator Koalisi Rakyat untuk Kedaulatan Pangan (KRKP), Said Abdullah mengatakan regenerasi petani tidak bisa berjalan dengan baik jika tidak ada insentif dari pemerintah kepada pemuda.

“Pemuda dikhawatirkan meninggalkan desanya dan bekerja di kota,” kata Said pada acara diskusi publik bertema ‘Regenerasi Petani, Mencari Petani Muda’ di Menteng, Jakarta Pusat,¬† Selasa 25 April 2017.

Said menyampaikan regenerasi petani tidak bisa dilepaskan dari ruang lingkup pembangunan desa. Kebanyakan pemuda desa lebih memilih bermigrasi ke kota, ketimbang berusaha di desanya. Menurut Said, faktor yang mempengaruhi mandeknya regenerasi petani di desa diantaranya adalah akses terhadap lahan dan pendapatan.

“Hidup layak menjadi pertimbangan pemuda pergi ke kota.”

Karena itu, kata Said, diperlukan sinergi dan peran serta pemerintah untuk menarik pemuda tertarik menjadi petani.

“Meningkatkan insentif, menumbuhkan program pelatihan secara struktur, dan tersistem,” ujar Said.

Ketua Departemen Proteksi Tanaman, Institut Pertanian Bogor (IPB) Suryo Wiyono mengatakan yang diperlukan untuk menarik pemuda menjadi petani adalah kompetensi petani.

“Kompentensi menentukan produktivitas, daya saing dan penghasilan petani,” kata Suryo.

Selain itu, kata Surya poin yang juga penting dalam regenerasi petani adalah adanya keberpihakan pemerintah pada petani, atmosfir yang kondusif, menyiapkan pasar hasil pertanian dan pelatihan calon petani muda.

“Itu semua dapat meminimalisir hambatan-hambatan yang selama ini ada,” kata Suryo.

Direktur Pelayanan Sosial Dasar Pembangunan dan Pemberdayaan Masyarakat, Kementerian Desa, PDT dan Transmigrasi, Hamidal Hamidi menyampaikan sejauh ini pihaknya sudah mendorong petani muda dengan mengadakan pendampingan. Menurutnya, ada ribuan pendampingan yang dilakukan kementerian desa untuk mendorong petani muda tersebut. Kementrian Desa, katanya, tengah menggagas insentif yang akan diberikan untuk meningkatkan minat orang muda pada usaha pertanian.

“Yang jelas insentif akan diberikan kepada perusahaan yang peduli terhadap produksi pertanian desa,” ujar Hamidal.

Berdasarkan data Sensus Pertanian 2013 diketahui 61,8 persen petani berusia diatas 45 tahun dan hanya 12,2 persen saja yang berusia di bawah 35 tahun.

Oleh : Albert Adios Ginting | uwd

Sumber : Tempo

Leave a Reply

COMMENTS